Menyembuhkan Patah

Kau perlu waktu untuk menyendiri,
memanjakan dirimu dalam setiap helaian napas yang bersatu padu dengan alam.
Agar kecewa dan penyesalanmu ikut terbawa. Lalu tanpa sadar, kau merasa tenang.
Menyembuhkan Patah

~ Menyembuhkan Patah ~


Menyendiri itu bukan sesuatu yang buruk. Terkadang, ketika kita patah hati, rasanya sangat pengin menyendiri. Jauh dari keramaian, dan hanya butuh waktu untuk sendiri. Jika saja ada yang merasa tidak senang denganmu, hanya karena kamu sedang ingin menyendiri, kupastikan orang itu tidak pernah merasakan patah. Bahkan, bisa jadi, orang itu adalah yang menyebabkan patah.

Sendiri adalah cara orang-orang untuk menyembuhkan luka. Walau menuju tempat sejauh mungkin, orang seperti itu takkan merasa lelah. Sebab, perjalan juga lah yang mengiringi untuk menyembuhkan patah.

Sendiri itu tenang. Untuk orang yang sedang kacau. Diterjang masalah demi masalah hidup. Tak selamanya menyendiri itu menyeramkan. Hanya beberapa orang saja yang mungkin berpikir seperti itu.

Seni menyendiri itu adalah ketika kita berada di atap, duduk manis ataupun berbaring mengarah ke atas. Seraya melihat langit yang indah di malam hari, terdapat bulan, bintang, dan awan. Yang saling melengkapi, walau berbeda jarak. Yang saling mengerti akan satu sama lain. Yang tidak mementingkan egonya masing-masing.

Pikirkan saja sendiri, bila meteorit besar di luar bumi itu membawa egonya masing-masing? Dan turun ke bumi. Hancurlah. Sama seperti hubungan yang dilandasi ke-egoisan itu. Ego yang tak bisa tertahan, maka, pupuslah harapan.

Itulah fakta tentang egoisme pembawa kehancuran, yang berujung memecah kebersamaan. Padahal, apa susahnya untuk membuang sampah itu? Padahal kamu juga masih bisa tinggalkan itu, tanpa perlu kamu tanggapi. Abaikan saja rasa egoismu. Tinggalkan, atau kamu yang akan terpisahkan.

***

Hanya sekedar menulis, dan berbagi apa yang Saya sukai. Asalkan bukan membagi perasaan.


EmoticonEmoticon