Pengalaman Melamar Pekerjaan di PT. Kontak Perkasa Futures Agustus 2018, Jakarta

Kholid Farhan - Memiliki pekerjaan di kantoran memang di idam-idamkan oleh banyak kalangan. Dengan kata lain, bekerja di kantoran bisa merubah nasib sekaligus gengsi. Setiap bekerja, bertemu dengan orang-orang berjas dan berkemeja rapih. Setiap parkiran, selalu terisi dengan kendaraan elit. Terlebih lagi, Jakarta, dengan sebutan Kota Metropolitan. Berdiri tegak gedung-gedung sepanjang jalan raya. Membuat para pendatang baru merasa kagum dibuat oleh gedung besar itu. Namun, tak semua yang indah dari luar, belum tentu indah dari dalam. Seperti pengalaman yang baru saja saya rasakan. Pengalaman melamar di PT. Kontak Perkasa Futures Agustus, 2018. Tepatnya tanggal 20 Agustus 2018. ada banyak cerita yang akan saya ceritakan kepada kalian semua.
Pengalaman Melamar Pekerjaan di PT. Kontak Perkasa Futures Agustus 2018, Jakarta
Bermula dimana saya baru melihat informasi lowongan kerja di media sosial (18/08/2018). Saat itu, saya masih belum membuat lamaran, baru melihat-lihat saja informasi yang ada di media sosial perihal "Loker Bogor". Dikarenakan saya berdomisili di Bogor. Namun, ada informasi bahwa dibukanya loker untuk penempatan di Jakarta. Untuk menambah pengalaman(lagi) di Jakarta, saya pun menghubungi nomor yang tercantum  didalam informasi loker tersebut.

"Permisi, selamat siang. Apakah masih ada kuota untuk lowongan kerja?" Tulis Saya didalam pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp.

"Selamat siang, masih ada." Jawabnya.
"Boleh minta alamat perusahaannya, Pak?"

Saat itu, saya belum mendapat balasan di hari itu juga. Pada keesokan harinya. (19/08/2018) Pukul 15:03 WIB. Orang dari perusahaan tersebut, mengirim pesan singkat kepada saya
"Jadwal interview, Senin, 20 Agustus 2018. PT. Press Indonesia. Pukul 08:00 - 11:00 ..., ..., ...,"
Dan masih banyak lagi dengan persyaratan yang harus dibawa sebagaimana para pelamar yang hendak melamar pekerjaan.

Mendadaknya pemberitahuan jadwal Interview tersebut. Pasalnya, satu Hari sebelum jadwal Interview itu, baru diberikan pengumuman oleh salah satu orang dari perusahaan tersebut. Dengan kata lain, saya harus terburu-buru membuat lamaran secepat mungkin dan serapih mungkin. Membuat geram saja, memberikan pemberitahuan jadwal Interview mendadak seperti itu. Sepertinya, dengan cara ini, calon kandidat karyawan yang hendak mencari kerja, akan terpacu untuk menghadiri atau tidaknya jadwal interview itu, dengan adanya pemberitahuan mendadak tersebut.

Setelah mempersiapkan lamaran kerja, saya pun berangkat menuju Jakarta, Pukul 19:26 WIB menggunakan kereta Commuter Line. Agar cepat sampai di Jakarta, karena hari kian menjelang tengah malam. Disana, saya bisa tidur semalam dirumah Paman. Tepatnya di Jakarta Pusat. Setibanya dirumah Paman, Pukul 22:10 WIB.

Tepat di depan pintu rumahnya.

"Tok, tok, tok! assalamu'alaikum!" Ujar Saya, menggunakan jaket hoodie dan penutup kepala.
"Kreek ...," Terbuka lah pintu dari dalam.
"Wa'alaikum salam. Eh, Farhan. Masuk." Ucap Paman, pria yang sudah memiliki anak 3 (tiga). Berambut pendek, hitam dan mata yang terlihat lesu.
"Etan ..., ada etan. Noh, ada etan." Saut anak Paman yang terkecil, berusia 3 Tahun dari dalam rumah.
"Jiahaha, si Farhan dibilang setan sama prabu." Ujar Putri(19), anak Pertama dari Paman.
"Hahaha, si Prabu. Lucu amat, sih." Loroh Saya seraya melihat anak lugu tersebut.
"Emang, muka gua kayak setan apa ya?" Ujar Saya didalam hati.

Percakapan demi percakapan pun berlangsung. Keesokan harinya, saya pun berangkat menggunakan baju formal, hitam putih dengan dasi hitam dan menuju alamat yang sudah diberikan. Karna saya bukan orang Jakarta, jadi, saya meminta bantuan untuk diantarkan menggunakan motor ke lokasi tersebut bersama Paman Saya.

Setibanya diluar Kantor, tepat alamat itu dituju.

"Selamat, pagi. Mau tanya, gedung ...," Ucap Saya kepada petugas penjaga yang sedang memegang tali ikat anjing penjaga yang besar.
"Oh, mas tinggal ..., bla ..., bla ....," Jawab para petugas.
"Oh, iya. Terima kasih, mas." Ujar Saya.
"Et, bentar dulu mas. Saya cek terlebih dahulu, sebelum masuk ke kawasan ini." Tegas Penjaga.

Setelah itu, masuklah saya ke dalam gedung besar dan bertingkat. Namun, saya curiga dengan perusahaan tersebut. Lantaran, tidak ada nama gedung PT. Kontak Perkasa Futures. Dan saya baru sadar, bahwa, kantor tersebut hanya berada di kawasan lantai 7. Tepatnya, kantor pusat.

Setibanya di kantor tersebut, terlihat tulisan PT. Kontak Perkasa Futures. Terdapat Dua wanit Resepsionis yang sangat sibuk melayani para pelamar lainnya. Saya kira, tidak sebanyak itu, Ternyata, banyak juga yang mendapat panggilan mendadak seperti saya.

"Permisi, mba. Saya mau naro lamaran." Tegas Saya.
"Silahkan, di isi terlebih dahulu formulir ini ya, Pak." Ucap salah satu Resepsionis seraya memberikan kertas formulir pendaftaran berwarna hijau.
"Oh, iya."

Setelah mengisi formulir tersebut.

"Ini, Mba. Formulirnya dan berkas lamaran Saya."
"Baik, Pak. Silahkan menunggu panggilan." Tegas si Resepsionis itu, sambil menaruh berkas lamaran Saya kedalam meja resepsionis.

Mulai lah beberapa kejanggalan pun terjadi menurut saya. setelah memasuki lokasi kantor tersebut:
  1. Ternyata, kantor pusat dari perusahaan tersebut hanya memiliki satu lantai. Dan bukan memiliki gedung sendiri.
  2. Lamaran yang Saya berikan kepada Resepsionis, malah di taruh pada rak meja resepsionis. Dan tidak diberikan kepada HRD. Padahal, yang menentukan lulus nya lamaran adalah HRD.
  3. Tidak hadirnya HRD. Semestinya, HRD lah yang harus menilai secara langsung untuk calon karyawan di perusahaan.
  4. Memperbolehkan menggunakan Smartphone seketika Psikotes berlangsung. Anehnya, mana ada sih, ketika psikotes menggunakan Smartphone? padahal, hasil psikotes adalah salah satu prosedur yang sangat menentukan, apakah layak atau tidaknya calon kandidat perusahaan.
  5. Dari banyaknya pelamar, 90% para pelamar, lulus! dan sudah disiapkan untuk absen Finger Print. Nah, 10% dari para pelamar, pulang. Karna, merasa ragu terhadap perusahaan itu, dan dinyatakan tidak lulus.
  6. Seharusnya, HRD lah yang membuat keputusan lulus atau tidaknya para calon kandidat perusahaan.
  7. Padahal, saya melamar sebagai Staf Administari, dikarenakan saya masih berkuliah, kemudian saya dipindahkan untuk melamar sebagai bagian dari tim produksi. Anehnya, seketika diruangan, saya malah disuguhkan informasi mengenai pekerjaan disana oleh Manager perusahaan. Tentang penjualan, memang perusahaannya mengenai bisnis. Namun, ada yang mengganjal. Terlebih, saya melamar sebagai dari tim produksi, tapi, kenapa Saya malah disuguhkan informasi bekerja sebagai marketing? beda jauh dari deskripsi pekerjaan nya pun.
  8. Setelah mendengarkan penjelasan dari salah satu Manager perusahaan tersebut. Tentang bagaimana mendapatkan profit atau keuntungan 10 Juta - 100 Juta per Bulan, dari perusahaan tersebut. Saya pun tidak lupa untuk mencatat apa saja yang sudah dijelaskan, tertulis didalam buku catatan Saya. Namun, seorang yang katanya Manager, yang mendapatkan profit sebesar itu, keceplosan. Lantaran, dia menceritakan beberapa hari yang lalu, dirinya menggunakan angkot. Apakah, seorang Manager perusahaan, yang sudah bekerja hampir 3 (tiga) tahun dan mendapatkan profit yang sudah dijelaskan tersebut, masih menggunakan angkot? Apakah masih tidak mampu menggunakan motor? meskipun prosedur plat nomor ganjil genap berlaku? Hebat.
  9. Tatak krama seorang Manager yang TIDAK SOPAN, seketika banyak orang didalam ruangan. Berbicara "SETAN" terhadap rekan kerjanya. Padahal, terpampang jelas, tulisan demi tulisan "Family, Success, dll" tetapi, salah satu pegawainya, tidak menyikapi layaknya tulisan-tulisan indah tersebut. Dan beberapa etos kerja, diantaranya adalah SOPAN.
  10. Jumlah komputer yang terlihat, masih bisa di hitung kurang dari 5 (lima) jari saja. 1 diantaranya, menggunakan CPU, mouse, dan keyboard, 4 (empat) diantaranya, hanya layar monitor saja. Sungguh modal sekali. Menerima banyak kandidat secara serentak, namun, untuk membeli Personal Computer yang komplit pun, seperti sangat kesulitan.
  11. Tidak ada kontrak kerja terhadap calon kandidat pegawai dengan perusahaan. Mau kerja rodi? bisa kok lapor, kalo gak ada bukti (kontrak kerja), apa bisa ditindak lanjuti?
Dan akhrinya pun, saya mengundurkan diri setelah pulang dari perusahaan tersebut. Melalui pesan singkat menggunakan aplikasi WhatsApp.

"Selamat malam, saya berubah pikiran untuk tidak bekerja di PT. tersebut. Sekian dan terima kasih."
"Ok." Jawab orang Manager yang bersangkutan.

Tidak lama kemudian, nomor saya di blokir olehnya. Dengan tanda bahwa, foto profil dari orang tersebut di WhatsApp, tidak memiliki profil. Nah, yang menjadi pertanyaan. Dimana letak profesionalitas seorang Manager tersebut?

Ingat, ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan perusahaan tersebut. Namun, Saya membagikan pengalaman pribadi saya, hanya demi keselamatan bersama. Jadi, jangan mau bekerja bila hanya gengsi. Dikarenakan akan bekerja di kantoran, belum tentu Anda akan merasa nyaman disana. Belum tentu, senyum yang mereka tawarkan selalu sama, layaknya seperti awal kalian berada di perusahaan tersebut.

Yuk, jangan terpaut dengan keindahan dari luar, kita harus melihat dari berbagai aspek sebuah kehidupan. Termasuk aspek didalam perusahaan besar sekaligus. Indah dari luar, belum tentu indah dari dalam. Jangan bekerja hanya karna gengsi, jangan bekerja hanya karna bekerja berada di gedung-gedung pencakar langit. Tapi, bekerja lah sesuai hati dan prosedur yang benar. Jangan sampai, kau bekerja keras, namun, tidak dibayar. Ada beberapa kasus seperti itu. Jangan sampai, bekerja yang membosankan hanya demi gaji yang besar. Bekerja lah sesuai kemampuan dan hati.

Jangan mudah terpancing dengan pendapatan yang mereka tawarkan, karna sejatinya, perkataan lebih mudah merasuki pikiran dan hati. Semoga, dengan adanya pengalaman pribadi Saya ini, memberikan informasi yang bisa diterima oleh akal sehat kalian. Share atau bagikan artikel ini, di Media Sosial kalian ya teman, agar bermanfaat bagi diri kalian dan kerabat kalian.
 Follow Instagram : (klik) ==> @kholidfarhan_
Sekian artikel mengenai Pengalaman Melamar Pekerjaan di PT. Kontak Perkasa Futures Agustus 2018. Baca artikel menarik lainnya di website Saya okeh. Bye.

Hanya sekedar menulis, dan berbagi apa yang Saya sukai. Asalkan bukan membagi perasaan.

1 comments so far


EmoticonEmoticon